05 October 2013

Eternal Glove - Part 2: Teleport


10 jam yang lalu :

Aku sedang berdiri di depan pintu ruang dosen pembimbing skripsiku. Semangatku untuk bimbingan skripsi pagi ini mendadak luntur setelah membaca sms dari Lidya, pacarku. Mendadak dia minta putus tanpa alasan yang jelas. "Njung, aku mau kita putus... Aku udah enggak sayang lagi sama kamu." Tidak sayang lagi dia bilang? Semudah itu kah kalau cewek minta putus? Sebenarnya sudah satu bulan ini aku juga ingin putus darinya. Tapi belum menemukan alasan yang tepat. Sekarang malah dia yang minta putus, hahaa kebetulan sekali. Saking senangnya bisa putus darinya, aku jadi malas untuk bimbingan skripsi. Tidak keren juga sih diputusin cewek. Seharusnya aku yang mutusin dia. Ah bodo amat, yang penting udah putus dari Lidya.


Sambil berjalan keluar kampus aku mencoba menelepon Andika, temanku sekampus dan sejurusan. Kami pernah berjanji kalau suatu saat salah satu diantara kami ada yang putus dari pacar masing-masing harus mau menraktir makan. Aneh memang. Tapi itu memang perjanjian bodoh kami. Jadian dan punya pacar bukan sesuatu hal yang pantas untuk dirayakan. Sedangkan putus dari pacar adalah sesuatu hal yang layak dirayakan karena dengan itu kami kembali menjadi bebas.

Susah sekali anak ini ditelepon. "Dia masih tidur kayaknya?" Tanyaku dalam hati. Tapi, tiba-tiba handphone-ku berdering, "Ada apa Njung? Sorry tadi lagi asik nge-game... sini aja aku lagi di kantin, cepetan!! Banyak adek-adek maba lagi pada jajan!!" Telepon dari Andika yang katanya di kantin lagi banyak adek-adek maba memutar langkahku dan mempercepatnya untuk segera menuju kantin.

Terlihat Andika sedang sibuk dengan gadget-nya dan duduk sendirian di pojokan kantin. Aku pukul kepalanya pelan dari belakang.

"Woy Dikk!!"

          "ADUUUHH!!" Jawabnya kesakitan. Kemudian kami ketawa bareng membuat orang-orang di sekitar melihat ke arah kami. Kemudian aku duduk di depannya dan bicara agak berbisik, "Mana adek-adek maba-nya?" tanyaku. "Tuuhhh... gak lihat apa?" aku melihati sekitar. Dahiku mengkerut..... "Adek-adek maba-nya cowok semua?" Hening sejenak. "Hahahahaa" kami ketawa lagi bersamaan.

"Eh Dikk udah makan belum?? Hari ini aku traktir dehhh...."

            "Traktir? Dalam rangka apa Njung?"

"Biasalah, barusan putus nih aku sama Lidya..."

            "Putus? Hahahaa sukurin!!"

"Hahaa kampret lah, udahhh ayo makan..."

            "Siap bosss !!"

Kami berdua pun makan dengan liarnya seperti tiga tahun belum makan. Lagi asik makan, tiba-tiba ada SPG datang menghampiri meja kami. Iya SPG, cewek cantik, sexy, bahenol, montok, kerjaannya cuma panas-panasan dan jualan suatu produk. "Selamat siang mas," kata SPG itu. Kami berdua cuek, palingan juga cuma mau nawarin rokok, lebihnya ya nawarin rokok sama korek. "Masss...?" Kali ini suaranya diiringi desahan. Kami berdua spontan menoleh ke arahnya dengan sendok yang menggantung di tangan dan mulut menganga.

Singkat cerita, SPG tadi ternyata jualan USB Flash Drive model terbaru dengan merk Eternal. USB Flash Drive itu dijual murah. Harga promosi, cuma lima puluh ribu rupiah dengan space memory satu Terabyte. "Beli Diiiikk!!" Teriakku pada Andika. Flash drive seharga lima puluh ribu rupiah tapi kapasitas memorinya kayak hard disk eksternal. Aku dan Andika langsung patungan buat beli.

Sesudah makan, aku dan Andika langsung pulang ke rumahku yang kebetulan tidak jauh dari kampus. Tentu saja mau nyobain USB Flash Drive yang barusan kami beli tadi. Kata mbak SPG nya tadi sih didalemnya udah ada ribuan game sama ratusan film. Setelah masuk ke kamarku Andika langsung menyalakan laptop di atas meja belajarku. "Mana Njung USB Flash Drive-nya tadi??" Tanya Andika tidak sabar. "Nih!!" Aku melemparnya ke Andika sambil menaruh tasku di atas kasur begitu saja. Ketika USB Flash Drive-nya ditancapkan, tiba-tiba keluar cahaya yang sangat terang dari benda kecil itu. Aku kaget, sempat aku melihat Andika pingsan. Tak lama kemudian pandanganku mulai kabur dan aku pun ikut pingsan.


***


Dan di sinilah kami sekarang. Dunia antah berantah. Diserang serigala liar. Senjata dan kemampuan bertarung kami yang hebat.

"Iya Dikk, mungkin saja gara-gara USB Flash Drive yang tadi kita beli..." Jawabku setelah beberapa ingatanku mulai pulih. "Tapi Dikk, bukankah waktu di kamarku cuma ada kita berdua.... Kenapa sekarang ada Richad disini ??" Aku dan Andika pun berpandangan, kemudian melihat ke arah Richad.



bersambung~



Catatan :
  1. SPG = Sales Promotion Girl
  2. Penasaran sama lanjutan ceritanya? silahkan baca disini.
  3. Akhirnya untuk part kali ini bisa rilis tepat waktu.... nantikan kisah selanjutnya di tanggal 5 bulan berikutnya yaaa !!! bye !!


-Anom Tanjung





No comments:

Post a Comment