05 December 2014

Eternal Glove - Part 19: Luka




"Kejar mereka Yudans!! mereka tidak boleh sampai di perkemahan para Centaur!!" teriak Allysa kepada Yudans. "Baik..." Yudans kemudian berlari mengejar para Ksatria Riviere yang sedang dalam perjalanan menuju perkemahan para Centaur di tepi Sungai Harapan. Tubuh Yudans bersinar terang, menyilaukan mata Allysa. Allysa memandangi Yudans dari kejauhan sambil menahan kilauan sinar kemerahan yang keluar dari tubuhnya.

***

Kami sedang dalam perjalanan menuju perkemahan para Centaur di tepi Sungai Harapan. Para Centaur berlari berderap kencang, suara langkahnya bersautan dengan deburan ombak di pantai. Aku duduk di punggung Lennan, Centaur berambut merah. Rambutnya yang panjang sesekali menghantam wajahku karena angin yang berhembus kencang. Kami berlima hanya duduk terdiam diatas punggung para Centaur yang berlari kencang ini. Lennon berada di depan, rambut putihnya yang panjang mengibas tanpa beban bersama angin yang menghembusnya.

Secara mendadak Lennon menghentikan langkahnya. Centaur yang lain mengikutinya. Iceberg turun dari punggung Lennen dan mendekati Lennon, "Ada apa Lennon? kenapa kita mendadak berhenti?" Lennon tetap memandang ke depan dan berkata, "Bersiaplah, hal buruk akan terjadi." Lennon langsung membalikkan badan menghadap kami semua. "Kalian semua bersiaplah!! bentuk formasi segitiga dan lindungi para Ksatria Riviere!!" Kami semua telah turun dari para Centaur, dengan cepat mereka langsung berbaris membentuk segitiga dengan kami berlima berada di dalam segitiga itu. Lennon berada di luar, di depan formasi segitiga.

Tak lama kemudian suara gemuruh muncul. Cahaya kemerahan tiba-tiba muncul dari atas menyilaukan mata. "JEGEEEERRR!!" sesosok makhluk yang sangat besar terjatuh dari atas dan berdiri dengan gagah di hadapan kami. Seluruh kulitnya berwarna merah. Otot bermunculan dari setiap bagian tubuhnya. Rahangnya tegas dihiasi gigi yang sangat besar. Tak memakai baju, Celananya sebatas lutut dan sobek disana-sini. Bukan, dia bukan Hulk. Rambutnya panjang sepunggung. Ada tiga tanduk kecil di kepalanya. Entah, makhluk apa lagi ini.

"Ohh tidak... habislah kita." Lennon menatap makhluk itu seakan tidak percaya. "Siapa dia? kenapa kau nampak ketakutan Lennon?!" Teriak Iceberg sambil memegang erat pedangnya. Lennon berlari masuk ke dalam formasi. "Semuanya!! BARRIERRR!!" Lennon mengangkat kedua tangannya ke langit, diikuti Centaur lainnya. Cahaya transparan keluar dari masing-masing tangan para Centaur. Cahaya itu kemudian membentuk limas segitiga dengan Lennon yang menjadi pusatnya di tengah.

"Ksatria Riviere! kalian harus lari dari sini!!" Perintah Lennon tiba-tiba kepada kami. "Kenapa harus lari? kita bisa melawannya, Lennon!" Teriak Iceberg yang belum tahu siapa yang dihadapinya. Tiba-tiba makhluk itu melompat ke depan dan memukul formasi pertahanan kami dengan kepalan tangan kanannya yang sebesar bola basket, dikali dua. "DUAARRR!!" Dinding pertahanan kami retak. Para Centaur menahannya sekuat tenaga.

"Semuanya!! batalkan formasi ini dan segera kelilingi Deus!! kurung dia dengan barrier!! kecuali Lennan dan Keenan, bawa para Ksatria pergi dari sini... bawa mereka ke Istana Savana Kingdom!!" Lennon mengeluarkan perintah sekali lagi. Kami berlima nampak kebingungan. Para Centaur langsung membubarkan diri dari formasi segitiga dan langsung mengitari makhluk tersebut membentuk lingkaran. "BARRIER!!" teriak mereka sekali lagi bersamaan. Makhluk itu terkurung dalam kubah tembus pandang.

Lennan dan Keenan masih berada didekat kami. "Ayo naik ke punggungku... "Lennan mengajak Rose untuk naik ke punggungnya." Keenan mengulurkan tangannya untuk mengajak Aurora naik ke punggungnya juga. "Kalian bertiga! siapkan kaki kalian, mulai dari sini kita akan berlari terus hingga sampai di Istana Savana Kingdom." Ucap Lennan tegas. "Tapi, Lennon? Semua saudaramu?" Aku bertanya kepada Lennan, enggan untuk meninggalkan mereka. "Nanti aku jelaskan di perjalanan." Lennan tersenyum kemudian wajahnya berpaling menghadap Lennon. "Kau tahu kan apa yang harus kau lakukan, Lennan?" Kali ini Lennon berbicara agak pelan dengan wajah yang bersahaja. Lennan menganggukkan kepalanya. "Keenan, lakukan yang terbaik." Keenan juga hanya mengangguk tak bersuara. Lennon meringis dan kembali fokus menahan gempuran makhluk yang terkurung di dalam kubah yang mereka buat itu. Kubahnya sudah mulai retak, satu dua pukulan lagi mungkin akan menghancurkannya.

"Ayo kita pergi dari sini..." Ucap Lennan singkat. Sekilas aku melihat dua bulir air mata menetes dari pelupuk matanya. Aku, Iceberg, dan Jack berlari mengikuti Lennan dan Keenan yang berlari di depan. Kami berlari menuju selatan. Sesuai dengan rute yang tertulis di peta, menuju Istana Savana Kingdom. Sekilas aku menengok ke belakang, melihat kawanan Centaur yang tertinggal. "Jangan melihat ke belakang!! perhatikan jalanmu dan berlarilah!" Ucapan Lennan sangat menghentak, seiring dengan derap kakinya. Iceberg dan Jack melihatku iba. Kami terus berlari dan tidak tahu bahaya apa lagi yang menunggu di depan.


bersambung~




Catatan:
  1. Yeeaahhhh akhirnya cerita ini lanjut lagi. Maaf beberapa bulan lalu terlalu sibuk ngurus ini itu, cerita ini jadi terlantar. hehee
  2. Buat yang belum baca part cerita sebelumnya bisa dibaca disini
  3. Jangan lupa komentarnya ya, bisa langsung disini atau mention ke twitter saya @anom_tanjung atau langsung ke akun twitter @EternalGlove
  4. Sampai jumpa di tanggal 18 bulan ini!! bye!!


- Anom Tanjung




No comments:

Post a Comment