05 December 2013

Eternal Glove - Part 4: Ksatria



"Eternal City adalah Ibu Kota dan satu-satunya kota yang dimiliki oleh Eternal Kingdom. Eternal Kingdom dipimpin oleh Ratu Tania. Lima belas tahun yang lalu Raja Connel telah meninggal. Pada masa itu kota ini mengalami keterpurukan. Semua rakyat bersedih atas kematian sang raja...." kata Stevan, penjaga penginapan. "Raja kerajaan ini telah meninggal?" tanyaku. "Ya, raja telah meninggal. Beliau meninggal dalam pertempuran yang sangat dahsyat lima belas tahun yang lalu. Sekarang kerajaan ini dipimpin oleh Ratu Tania yang adil. Kami semua sangat mencintainya," terlihat Stevan tersenyum. "Baiklah Stevan, terimakasih atas informasinya. Aku kembali ke atas dulu." Aku pun meninggalkan Stevan seorang diri di meja kerjanya dan langsung menuju ke lantai dua. Waktu sudah menunjukan pukul satu dini hari. Oiya, setelah masuk ke dalam kota Eternal kami berlima langsung mencari penginapan karena sudah larut malam. Penginapan inilah yang kami pilih, Eternal Inn. Stevan sang penjaga sekaligus pemilik penginapan ini sangat baik, dia tahu bahwa kami bukan berasal dari dunia ini dari cara berpakaian kami. Ketika kami datang, dia menyambut kami dengan senyuman hangat sambil mengamati dengan cermat kami satu per satu. Akhirnya kami menyewa dua kamar disini. Satu kamar buat para cowok dan satunya lagi buat para cewek.


Aku berjalan menuju balkon lantai dua. Dari situ terlihat jelas pemandangan yang sangat indah dari kota ini. Istana kerajaan dan kota ini terpisahkan oleh sungai yang sangat besar, dan dihubungkan oleh lima jembatan dengan jembatan yang paling tengah adalah jembatan yang paling besar. Aku bisa melihat dengan jelas istana Eternal Kingdom berdiri megah di seberang sungai, dan kata Stevan, jawaban yang ada dipikiran kami semua ada di istana itu. Kami harus kesana, bertemu dengan Ratu Tania.

Sambil menyalakan rokok, aku melamun sambil berdiri di tepian balkon. Entah apa yang kami alami hari ini. Aku mencoba mengingat dan semakin diingat jadi semakin rumit. Cerita yang kudengar dari Stevan lebih baik aku sampaikan nanti pagi ketika semua sudah berkumpul. Mungkin mereka berempat saat ini sudah tidur. Tiba-tiba terlihat di sungai ada ikan sebesar lumba-lumba sedang berlompatan di sungai. Lumba-lumba di sungai?? yahh mungkin saja sih, ini kan bukan di dunia nyata. Lalu ini dunia apa?? ahhh aku bingung dengan semua ini. "Itu lumba-lumba air tawar," tiba-tiba suara Nadia membuyarkan lamunanku. "Eh Nad.... ah maksudku, Aurora.... belum tidur??" tanyaku. "Kalau di Indonesia lumba-lumba itu biasa disebut pesut.... populasinya tinggal sedikit, tau sendiri kan sungai-sungai di Indonesia kayak gimana..." Dia tersenyum, lalu menaruh kacamata minusnya diatas kepalanya. "Aku gak bisa tidur, Orion.... hihihii... lucu juga kamu ngambil nama itu," tawanya renyah, serenyah kulit ayam goreng di KF*C. "Hahaa, kamu juga Nad... kenapa kamu ngambil nama Aurora?" dia hanya tersenyum lagi sambil memandang ke arah pesut yang sedang menari di sungai, tidak menjawab pertanyaanku.

"Ngomong-ngomong, tongkatmu itu punya efek kekuatan apa ya?" aku bertanya lagi tentang senjatanya yang dia bawa. "Aku juga belum tahu, iya ya.... cuma kekuatan tongkatku yang belum ketahuan. Kalau cincin milik Wina bisa mengeluarkan sihir api, busur panahmu juga menghasilkan anak panah yang siap membakar apa saja, dua pisau milik Andika bisa mengubah siapa saja yang tertusuk menjadi batu, dan pedang milik Richad adalah pedang es yang sangat kuat. Kira-kira kekuatan apa ya yang tersimpan di dalam tongkatku itu??" Nadia terlihat mengernyitkan dahi. Baru kali ini aku melihatnya berpikir keras. Jarang sekali aku melihatnya seperti ini karena dia adalah cewek yang cerdas. Kami berdua adalah teman sekelas dari SMA, dan sampai sekarang kami juga kuliah di kampus dan jurusan yang sama. Diam-diam dari dulu aku mencintainya..... ya, diam-diam.

"Yahhh, nanti kamu juga tahu Nad kekuatan tongkatmu itu.... untuk sementara dipakai buat mukulin aja kalau ada musuh... hehee," jawabku sekenanya. "Hahaa iya ya Njung.... kamu gak capek apa ngerokok terus dari tadi?" wajahnya cemberut ketika melihatku mau menyalakan rokok kedua ku malam ini. Aku cuma meringis sambil menyalakan rokok kedua ku. "Yeeeee dicariin malah pacaran disini......" teriak Wina dari belakang. "Apa sih kamu Rose.... hahaa..." jawab Nadia. Aku cuma menoleh ke belakang sambil tersenyum. "Kalian berdua ini memang paling susah kalau disuruh tidur..... tadi Richad udah bilang kan untuk segera tidur dan bangun pagi buat nyari informasi tentang dunia ini??" kata Wina bawel. "Iya-iya ini juga mau tidur.... dahh Nad...." aku pun berjalan menuju kamarku.


***

Hari kedua, pukul 08:00

"Pisau mu jangan lupa Jack!!" teriak Rose di lobby penginapan. "Iya-iya!!" jawab Jack, sambil teriak juga. Aku, Iceberg, Rose, dan Aurora telah siap di lobby penginapan. Kami berencana untuk keliling kota pagi ini untuk mencari informasi tentang dunia ini. Semoga membuahkan hasil. "Yo aku siap!!" teriak Jack. Kami keluar dari penginapan. "Kami keluar dulu Stevan...." kata Iceberg berpamitan pada Stevan. Stevan hanya mengangguk ramah. Ketika sudah di luar, ternyata di depan penginapan sudah ramai sekali. Warga kota mengelilingi penginapan, dan terlihat beberapa orang berseragam seperti pasukan kerajaan di film-film. Kemudian salah satu dari mereka menghampiri kami. Wajahnya ramah dengan kumis tipis diwajahnya. Sambil tersenyum dia berkata, "Selamat pagi Ksatria Eternal, perkenalkan... Franco Rode, ketua pasukan utama Eternal Kingdom."
"Apa?? Ksatria Eternal???" tanya Iceberg bingung. Kami berlima pun saling menatap kebingungan.


bersambung~



Bonus Content :

Richad/ Iceberg



Catatan :
  1. Buat yang belum baca part cerita sebelumnya bisa buka disini.
  2. Sesuai janji saya di twitter, mulai part cerita ini bakalan ada bonus content berupa gambar ilustrasi nya. Hehee.
  3. Mulai Januari 2014 nanti bakalan terbit sebulan 2 part cerita yaitu di tanggal 5 dan tanggal 18 begitu setiap bulan nya.
  4. Oiya jangan lupa komentarnya ya, bisa langsung disini atau di twitter @anom_tanjung
  5. Terima kasih ya buat yang udah ngedukung sejauh ini :)
  6. Sampai jumpa di tanggal 5 Januari tahun depan !! selamat tahun baru !! 


Credit :


  1. Anom Tanjung - @anom_tanjung - Author
  2. Louis Cahyo Kumolo B. - @louis_ckb - Ilustrator



No comments:

Post a Comment