Setelah berlari menembus hutan kelapa dan melewati padang rumput yang sangat luas akhirnya kami sampai di reruntuhan ibukota Savana Kingdom. "Selamat datang di Savana Kingdom... peradaban disini telah habis lima belas tahun yang lalu akibat serangan dari Thalia dan pasukannya. Sisa penduduk yang dapat bertahan hidup kini membangun desa di seberang Sungai Harapan." Lennan melambatkan langkahnya, kini kami berjalan santai sambil mengatur nafas. Rose dan Aurora melompat turun dari punggung Lennan dan Keenan. Kami berjalan santai melewati sisa-sisa reruntuhan kota. Rumah-rumah penduduk hanya tersisa dindingnya saja yang akan roboh bila tersentuh. Rapuh. Tak terbayang kengerian apa yang terjadi di tempat ini lima belas tahun yang lalu.
"Lennan, makhluk apa sebenarnya, yang tadi menyerang kita? Kenapa Lennon begitu ketakutan?" Iceberg bertanya kepada Lennan, mengungkit kengerian yang kami rasakan beberapa saat lalu. "Iya, kalau tidak salah Lennon sempat menyebut namanya..." Belum selesai aku dengan kalimatku, Aurora menyahut. "Deus..." Wajahnya menatapku nanar. "Dia adalah Asmodeus atau biasa dipanggil Deus, salah satu dari ke tujuh jendral Thalia. Tiga tanduk di kepalanya menunjukan tingkat kekuatannya. Semakin banyak tanduknya, semakin mengerikan kekuatan yang dimiliki para jendral Thalia." Lennan menjelaskan sambil tetap berjalan mengarah ke istana Savana Kingdom yang berada di depan mata kami. Sudah tidak jauh, istana megah yang memantulkan cahaya berwarna hijau muda berdiri kokoh disana. Aneh, istana itu masih berdiri kokoh disana. Sangat kontras dengan kondisi reruntuhan kota ini.
"Deus lah yang menghancurkan kerajaan ini lima belas tahun lalu, sendirian. Kalian sudah melihat kemampuan fisiknya yang melampaui batas wajar kan? Sihir Ksatria Savana terdahulu pun kewalahan menghadapinya...." Aurora berjalan cepat maju ke depan. Sepertinya dia memikirkan hal yang sama dengan yang aku pikirkan. "Lennan, kenapa istana itu seperti tidak tersentuh sedikitpun? Maksudku, lihatlah... kota ini hancur lebur, sedangkan istana kerajaan seperti tidak terserang sedikitpun." Penasaran, alisnya terangkat, wajahnya mendongak mencari jawaban dari Lennan yang postur tubuhnya lebih tinggi darinya. "Kau akan tahu jawaban dari pertanyaanmu itu ketika kita sudah dekat dengan istana." Jawab Lennan singkat. Semakin membuat Aurora penasaran.
Kami pun sudah sampai di depan gapura istana Savana Kingdom. Pagar batu bata yang telah roboh nampak melingkari istana. "Hey kau yang diam saja dari tadi, cobalah masuk melompati pagar yang sudah roboh itu." Perintah Lennan sambil menunjuk Jack yang nampak kelelahan. "Aku??" Jack bertanya sekali lagi. "Baiklah." Dia langsung berlari dengan semangat. Ketika dekat dengan pagar, dia langsung melompatinya tanpa beban. "Aduuhhh" tiba-tiba Jack terpental dari sana. Seakan ada dinding tak terlihat yang menghalanginya. Jack terjatuh. Wajahnya penasaran. Kemudian dia mengambil batu secara acak di dekatnya dan langsung melempar ke arah dinding tak terlihat tadi. Batu itu melayang tanpa halangan apapun dan jatuh di sisi lain pagar. Aneh. Jack semakin kebingungan. Wajahnya terlihat bodoh. "Hahahahahaa." Kami semua tertawa melihat wajahnya yang penasaran. Kemudian dia berdiri, "Apa itu Lennan?" Tanyanya sambil mengelus dahinya yang kesakitan. "Itu adalah dinding tak terlihat yang melindungi istana ini sejak lima belas tahun yang lalu. Ksatria Savana terdahulu membuatnya dengan sisa tenaganya untuk menyembunyikan Savana Crown dari jangkauan Thalia."
Iceberg maju ke depan, "Lalu bagaimana kita bisa masuk ke dalam istana?" Lennan tersenyum, "Pertanyaan bagus..." Ekor kudanya mengibas. "Rose, cobalah masuk ke dalam." Rose terhenyak dari lamunannya. Keenan mempersilahkan Rose untuk masuk melewati dinding tak terlihat itu. Rose berjalan perlahan, kakinya melangkah melewati reruntuhan pagar, dan berhasil. Jack tidak percaya dengan yang dilihatnya. "Hah? Bagaimana bisa?" Lennan yang seakan-akan tahu segalanya segera menjawab rasa penasaran Jack. "Hanya Ksatria Savana lah yang bisa melewati dinding tak terlihat ini. Kami hanya bisa mengantarmu sampai sini Rose, selanjutnya giliranmu untuk mendapatkan Savana Crown." Rose mengarahkan pandangannya kepadaku, Iceberg, Aurora, dan Jack. "Aku? Sendirian?" Wajahnya memelas. "Ya inilah takdirmu... kamu pasti bisa, Ksatria Savana." Lennan mencoba menguatkan hati Rose.
Tanpa kami sadari, dari tadi ternyata kami telah diawasi. "Jack!!" Teriak Rose tiba-tiba. "Awas!!" Jack ditubruk oleh sesosok makhluk tak dikenal. Kami semua kaget, Makhluk itu menggonggong seperti anjing. Ya, dia berkepala anjing, tangan dan kakinya berbulu, akan tetapi tubuhnya tegap dan memakai baju layaknya manusia. Matanya merah menyala, gigi taringnya tampak beringas. Cakar di tangannya mencoba mencabik leher Jack, tetapi Jack berhasil menahan dengan kedua tangannya. "Crasshh!!" Suara tebasan pedang Iceberg berhasil membekukan makhluk itu. "Ahh terimakasih Ice... ohh tidak..." Jack melihat ke arah reruntuhan kota dengan tatapan nanar.
Makhluk serupa keluar satu per satu dari reruntuhan bangunan kota. Sangat banyak. "Rose, segera masuk ke dalam istana dan ambil Savana Crown!! Kalian semua bersiaplah!!" Teriak Lennan meminta kami untuk siap bertempur. Aku melihat Rose dan mengangguk. Rose pun ikut mengangguk, kemudian dia berlari masuk ke dalam istana, sendirian. Lennan dan Iceberg maju ke depan. Jack mencabut kedua pisaunya dari pinggang. Aurora yang tak bisa bertempur ada di belakangku bersama Keenan yang menjaganya. Kawanan makhluk itu berjalan pelan menuju ke arah kami. Kedua cakar di tangannya diangkat tinggi, air liur menetes dari sela-sela giginya yang tajam meruncing. "Groooaarrrr!!" Salah satu dari mereka meraung, kemudian semuanya berlari ke arah kami. "Seraaaanggg!!" Iceberg berteriak memberikan komando. Reflek, aku langsung melesatkan anak panahku ke salah satu dari mereka. Tepat mengenai dadanya, kemudian terbakar.
bersambung~
Catatan:
- Buat yang belum baca part cerita sebelumnya bisa dibaca disini
- Jangan lupa komentarnya ya, bisa langsung disini atau mention ke twitter saya @anom_tanjung atau langsung ke akun twitter @EternalGlove
- Sampai jumpa di tanggal 5 bulan Januari!!
- Yeaaahhh Selamat Natal dan Tahun Baruuuuu!!
-Anom Tanjung

No comments:
Post a Comment