05 July 2014

Eternal Glove - Part 16: Vision



Sarapan telah selesai. Aku duduk kembali di bawah pohon kelapa yang tadi sebelum Jack menggangguku. Pohon kelapa yang menjadi sandaranku memiliki batang yang sangat besar. Rasanya seperti bersandar di kursi kayu dengan beralaskan pasir yang lembut seperti bantal bulu angsa. Aku mengerjapkan mataku, angin berhembus pelan. Udara pagi sangat segar disini. Jika dilihat dari letak matahari yang mengintip dari dahan, sekarang ini masih pukul enam pagi. Aku memang tidak suka mengenakan jam tangan. Masih terlalu pagi untukku. Kalau di rumah, biasanya jam segini aku masih tertidur malas di atas kasur yang empuk. Sayup-sayup terdengar suara Iceberg, "Kita tambah lagi waktu istirahat kita, satu jam lagi kita berangkat ke Savana Village... desa terdekat dari sini."


Aku mengerjapkan mata lagi. Angin berhembus sedikit lebih kencang. Dahan pohon kelapa saling berselisih mengeluarkan suara yang berisik. Air laut di pesisir pantai bergulung hingga membasahi pasir yang kududuki. Aku berdiri. Aurora memandang ke arah selatan, dimana pohon kelapa berjajar ke dalam membentuk hutan kelapa. Aku mendengar suara gemuruh dari dalam hutan, seperti derap kaki gajah yang sedang berlari dalam jumlah yang sangat banyak. Aku pun ikut mengamati ke dalam hutan, "Iceberg sepertinya kita harus segera menyingkir dari sini." Aku berbalik dan melihat ke arah kanan dimana Jack, Iceberg, dan Rose tadi berada disana. Jack sudah tergeletak tak berdaya di pangkuan Rose yang sedang menangis sejadinya. Iceberg sedang berlutut. Darah segar mengalir di dadanya. Pedangnya tergeletak di sisinya. Kepalanya mendongak keatas. Matanya memandang dengan penuh kebencian. Aku mengikuti kemana mata Iceberg memandang.

Sombong, angkuh, dan berwibawa. Aku melihat sesosok burung berwarna putih yang sangat besar dengan paruh yang meruncing. Bermata merah, memandang rendah ke arah Iceberg dengan tatapan tajam. Kedua sayapnya dikepakkan perlahan, menjaganya agar tetap melayang di udara. Sejurus kemudian kedua sayapnya ditarik ke belakang. Sekuat tenaga dia mengepakkan sayapnya. "Orion!! Aurora!! lari dari sini!!!" teriak Iceberg untuk terakhir kalinya. Angin besar menghempaskan tubuh Jack, Iceberg, dan Rose. Tubuh mereka satu per satu menghantam batang pohon kelapa yang sangat besar. Aku dan Aurora hanya bisa melihat tanpa berbuat apa pun. Mata Aurora berkaca-kaca. Aku meraih tangannya, "ayo pergi dari sini!!"

Aku dan Aurora berlari ke arah barat menyusuri pantai. Suara gemuruh dari dalam hutan kian mendekat. Duaaaaarrr!! Tepat di depan kami pepohonan kelapa yang begitu besar terhempas ke arah pantai. Seperti habis ditabrak bulldozer dengan kecepatan tinggi.

Aku dan Aurora berhenti berlari. Aurora terjatuh. Kakinya tidak kuat untuk berdiri karena kaget. Dari dalam hutan keluarlah badak yang sangat besar. Tubuhnya berwarna abu-abu. Kulitnya tebal. Bercula tiga. Cula yang paling depanlah yang paling besar diikuti dua cula dibelakangnya dengan ukuran yang semakin kecil. Dari ujung cula yang pertama mengeluarkan sengatan-sengatan listrik. Bzzzztt. Begitu bunyinya. Angin berhembus kencang. Pasir didekat Aurora berhamburan. "Orion... lari... masuklah ke dalam hutan..." ucap Aurora lemah. Aurora berpaling ke arahku yang ada dibelakangnya. Dia tersenyum. Badak di depannya berteriak mengeluarkan suara yang memekakkan telinga dan dari ujung culanya yang sangat besar keluar petir yang sangat dahsyat menyambar tubuh Aurora yang tak berdaya.

"Tidak!!"

"Tidaaaaaakkkkkkk!!"

***

"Orion... Orion... Orion bangun!!" sontak aku terbangun. Suara Rose yang menggelegar membangunkanku dari tidur. Aku melihat ke sekeliling. Matahari masih di posisi yang sama. Sinarnya masih hangat menyinari pantai ini. Iceberg, Jack, dan Aurora sedang melakukan senam pagi di bibir pantai. "Ayo ikut olahraga, biar badan kita tetep sehat dan bugar." Rose berlari meninggalkanku. Aku bangun dan terduduk lesu. Kemudian tersenyum sendiri. Untung tadi itu cuma mimpi.



bersambung~



Catatan:
  1. Maaf telat rilis karena pas tanggal 18 Juni kemarin ada kesalahan teknis... sebagai gantinya, hari ini akan rilis 2 part cerita langsung
  2. Buat yang belum baca part cerita sebelumnya bisa dibaca disini
  3. Jangan lupa komentarnya ya, bisa langsung disini atau mention ke twitter saya @anom_tanjung atau langsung ke akun twitter @EternalGlove
  4. Terimakasih ya buat yang udah ngedukung sampai sejauh ini :)

- Anom Tanjung



No comments:

Post a Comment