18 February 2014

Eternal Glove - Part 8: Keraguan




"Jadi bagaimana? maukah kalian menolong dunia ini?" tanya Ratu Tania setelah dia menyuapkan sendok terakhir sup jagungnya. "Sebelum kami menjawabnya, dari tadi anda hanya meminta tolong kepada kami... lalu apa timbal balik yang akan kami dapatkan? bagaimana jika kami gagal ditengah misi? apakah anda mau bertanggung jawab atas kematian kami?" Iceberg menjawab pertanyaan Ratu Tania dengan pertanyaan sangat keras. "Bagaimana orion? bukankah dulu kamu pernah bercerita kalau kamu pernah menghadapi *situasi seperti ini?" tanya Iceberg kepadaku. Beberapa tahun yang lalu aku memang pernah mengalami kejadian seperti ini, dan kupikir Iceberg tidak mempercayai ceritaku itu. Sepertinya sekarang dia mulai percaya. "Pertanyaanmu benar sekali Iceberg, lebih baik kita tanyakan langsung kepada ratu tania.... bagaimana ratu tania? jika misi kami telah selesai apakah kami bisa kembali pulang ke bumi dengan selamat?" tanyaku kembali kepada Ratu Tania untuk mencoba menenangkan suasana ini. Aurora, Jack, dan Rose mendengarkan dengan baik. "Baru saja aku ingin mengatakannya kepada kalian."


"Kalian pastinya ingin pulang ke bumi, tapi untuk kembali ke bumi, kalian harus menyatukan kekuatan dari ke lima senjata kerajaan dan ke lima pusaka kerajaan. Untuk itulah aku ingin kalian merebut ke empat pusaka kerajaan yang tersisa agar kalian bisa menghancurkan Thalia dan nantinya kalian bisa pulang ke bumi." Jawaban Ratu Tania sedikit melegakan kami. Tapi aku masih merasa ada yang janggal, seperti ada yang mengganggu pikiranku. 

"Baiklah!! kami akan membantumu!!" teriak Jack tiba-tiba. Ratu Tania tersenyum. Aku, Rose, Iceberg, dan Aurora kaget. "Tunggu dulu jack! kamu tidak bisa memutuskannya sendirian, kita harus diskusi terlebih dahulu untuk memutuskannya," Rose merasa tidak sabar dan menendang kaki Jack dibawah meja. Jack merasa kesakitan dan mengelus tulang kering kaki kirinya. "Baiklah, selesai makan pagi ini kalian boleh memikirkannya terlebih dahulu. Beristirahatlah di kamar tamu dan cobalah untuk memikirkan tawaran ku kepada kalian barusan." Ratu Tania sepertinya orang yang sangat sabar, dia mau menerima pendapat kami dengan tenang. Iceberg melihat ke arah ku, dan aku mengangguk. "Terimakasih ratu tania, maafkan ucapan kami yang lancang barusan," ucap Iceberg menutup pembicaraan ini.

Kemudian kami melanjutkan sarapan dengan suasana hening. Kami makan dengan pikiran yang bercampur aduk. Daging panggang yang kami makan terasa hambar dimulut, entah daging apa ini. Rasa hambar yang keluar dimulut sepertinya dipengaruhi oleh otak yang masih berpikir keras.

***

Sarapan telah selesai, kini kami berlima ada di kamar tamu yang telah disediakan untuk kami beristirahat dan berdiskusi. Interior kamar ini bergaya eropa. Ada lima ruangan lagi di dalam kamar ini, yaitu satu ruang berkumpul, dua kamar tidur, dan dua kamar mandi. Ketika memasuki ruangan aku langsung melihat ada sebuah perapian di dalam kamar ini. Akan tetapi perapian ini sedang tidak berfungsi karena cuaca masih dalam musim panas. Dua kamar tidur bersebelahan dan berhadapan dengan tempat perapian berada. Kamar untuk para cewek ada disebelah kiri dan kamar cowok disebelah kanan yang langsung bersebelahan dengan balkon. Ruang berkumpul terasa sangat hangat karena sinar matahari langsung masuk ke dalam ruangan ini melalui pintu kayu berkaca yang menghubungkan antara balkon dengan ruangan ini. 

Ilustrasi Kamar Tamu
Aku berada di balkon, menyalakan rokok pertama ku hari ini. Pemandangan yang kulihat dari balkon ini hanyalah lapangan tempat para prajurit kerajaan berlatih dan berderet pohon apel yang sedang berbuah. Iceberg dan Rose duduk di sofa besar depan perapian. Jack sedang tiduran di karpet besar yang digelar di tangeh ruang berkumpul, dan Aurora sedang berdiri bersenderan di pintu balkon yang terbuka sambil menatap keluar. Kami semua hanya berdiam diri memikirkan apa saja yang telah terjadi selama satu malam ini. Semuanya berjalan begitu cepat. Segala macam pikiran berkecamuk di dalam kepala kami masing-masing. 

Jack berdiri dan berjalan keluar menghampiriku yang sedang merokok di balkon. "Bagi rokoknya dong, Orion~" ucap Jack sambil meringis tertawa seakan menertawakan nama palsu ini. "Udah abis!!" balasku, "ahh pelit amat, sini minta........"

"Jack, menurutmu ada yang aneh gak sih dengan ratu tania?" kami berdua mengobrol sambil merokok di balkon. Aurora hanya mendengarkan didekat pintu. "Gak ada tuh.... emangnya ada yang aneh?" Jack balik bertanya. "Kamu inget gak pas pertama kali kita ketemu ratu tania?" Aku mencoba mengingatkan Jack. "tadi pagi?" sepertinya dia belum ingat. "Bukan!! pertama kali kita ketemu ratu tania, waktu dia ngasih kita USB flash drive...." sepertinya sekarang dia ingat. "Oiya yaa...." tuh kan ingat. "terus kenapa?" Jack bertanya lagi. "Aku sedikit ragu, apakah ratu tania yang kita temui di istana ini sama dengan ratu tania yang ngasih kita USB flash drive. Karena warna rambut mereka berdua berbeda. Bisa jadi...." tiba-tiba Aurora menyambar perkataan ku, "bisa jadi salah satu dari mereka adalah thalia, saudara kembar ratu tania.... dan kita tidak tau yang mana thalia dan yang mana ratu tania." Iceberg dan Rose mendekat ke balkon, "kita harus berhati-hati," ucap Rose mendekat. "Lalu kita harus bagaimana Iceberg?" aku mencoba bertanya kepada Iceberg. Iceberg sedikit memicingkan mata dan memandang ke arah luar balkon, "menurutku, untuk saat ini kita ikuti saja permintaan ratu tania, atau yang kita anggap ratu tania ini. tapi kita harus lebih berhati-hati dan jangan bertindak ceroboh. Jika ditengah misi diantara kita berlima menyadari sesuatu yang aneh, langsung bicarakan kepadaku atau orion untuk kemudian kita diskusikan bersama." 

"Aku setuju, yang terpenting kita berlima harus tetap bersama untuk saling melindungi karena ini berhubungan dengan nyawa kita." Jawabku menyetujui Iceberg diikuti anggukan kepala dari Rose, Jack, dan Aurora.


bersambung~



Catatan:
  1. *situasi yang ditanyakan Iceberg kepada Orion adalah cerita prekuel dari Eternal Glove.
  2. Buat yang belum baca cerita sebelumnya bisa dibaca disini
  3. Jangan lupa komentarnya ya, bisa langsung disini atau di twitter saya @anom_tanjung
  4. Terima kasih buat yang udah ngedukung sampai sejauh ini :)
  5. Sampai jumpa di tanggal 5 Maret!! bye!!


-Anom Tanjung





No comments:

Post a Comment