Kereta listrik yang kami tumpangi perlahan berhenti tepat diujung jembatan dengan menyisakan sedikit getaran. Gempa perlahan mulai menghilang. Suara rem kereta berderit keras memekakkan telinga. Kami pun bergegas keluar dari kereta, takut jika ada gempa susulan. Air sungai terlihat bergelombang-gelombang menerjang lima jembatan utama di kota ini. Aku memperhatikan sekitar, terlihat semuanya kembali baik-baik saja. Awan masih terlihat putih dan langit pun masih biru. Aurora berjalan menuju pinggir jembatan yang dibatasi oleh pagar batu berukir. Entah apa yang dia lakukan. Air sungai kembali tenang. Aku menghela nafas sejenak. Rose sedang memegangi leher belakang Jack yang sambil menunduk sepertinya mau muntah. Sepertinya dia kaget dengan kejadian barusan. "Ayo kita masuk kereta lagi," ajak Franco kepada kami yang masih kebingungan diatas jembatan.
10 January 2014
07 January 2014
Eternal Glove - Part 5: Lima
"Ya, kalian adalah Ksatria Eternal," Franco mencoba meyakinkan kami lagi. Alisnya mengkerut, tampaknya dia senang melihat kami kebingungan. "Hahahahaa, mari ikut kami ke istana... diperjalanan nanti akan ku jelaskan." Franco pun berlalu bersama lima anak buahnya. Kami berlima masih kebingungan dan diam ditempat. Saling menatap dengan air muka penuh tanya. "Ayo!!" teriak Franco mengajak kami lagi dengan wajah bahagianya. Tanpa dikomando, kami pun berjalan mengikuti Franco dan pasukannya. Sambil berbisik Iceberg berkata, "ingat, mulai dari sini jangan sampai kelepasan menyebutkan nama asli..." kami semua mengangguk.
Subscribe to:
Comments (Atom)

