"Jadi bagaimana? maukah kalian menolong dunia ini?" tanya Ratu Tania setelah dia menyuapkan sendok terakhir sup jagungnya. "Sebelum kami menjawabnya, dari tadi anda hanya meminta tolong kepada kami... lalu apa timbal balik yang akan kami dapatkan? bagaimana jika kami gagal ditengah misi? apakah anda mau bertanggung jawab atas kematian kami?" Iceberg menjawab pertanyaan Ratu Tania dengan pertanyaan sangat keras. "Bagaimana orion? bukankah dulu kamu pernah bercerita kalau kamu pernah menghadapi *situasi seperti ini?" tanya Iceberg kepadaku. Beberapa tahun yang lalu aku memang pernah mengalami kejadian seperti ini, dan kupikir Iceberg tidak mempercayai ceritaku itu. Sepertinya sekarang dia mulai percaya. "Pertanyaanmu benar sekali Iceberg, lebih baik kita tanyakan langsung kepada ratu tania.... bagaimana ratu tania? jika misi kami telah selesai apakah kami bisa kembali pulang ke bumi dengan selamat?" tanyaku kembali kepada Ratu Tania untuk mencoba menenangkan suasana ini. Aurora, Jack, dan Rose mendengarkan dengan baik. "Baru saja aku ingin mengatakannya kepada kalian."
18 February 2014
05 February 2014
Eternal Glove - Part 7: Takdir
Ratu Tania pun langsung mengajak kami sarapan di ruang makan istana. Setelah memasuki lobby istana, sekarang kami berjalan melewati lorong yang panjang menuju ruang makan. Dinding lorong itu dihiasi dengan lukisan wajah raja terdahulu. Sedang memperhatikan lukisan-lukisan itu Jack berbisik kepada ku, "benarkan yang aku bilang... wajah ratu tania mirip benget sama mbak-mbak SPG kemarin."
Subscribe to:
Comments (Atom)

