18 March 2014

Eternal Glove - Part 10: Berangkat




"Sebutkan apa syaratmu itu ksatria?" tanya Ratu Tania. "Jika anda ingin kami merebut kembali keempat pusaka yang tersisa dan kemudian menghancurkan Thalia, saudara kembar anda, ada tiga syarat yang harus anda penuhi. Pertama, kami ingin pasukan kerajaan ini mengawal kami dalam melakukan tugas ini. Kedua, kami ingin membawa Eternal Glove pusaka terakhir yang tersisa untuk digunakan melawan Thalia. Ketiga, pulangkan kami setelah semua ini selesai." Iceberg menyampaikan hasil diskusi kami berlima dengan bersemangat tanpa satu pun yang meleset. Iceberg mundur satu langkah dan kembali dalam barisan kami berlima. Ratu Tania menunjuk ke arah Allysa dengan dagunya kemudian sedikit mengangguk. Allysa berjalan dengan malas mendekati Ratu Tania yang sedang berdiri di depan kami. Mereka berdua berbisik membicarakan sesuatu. Setelah berbisik sebentar, Allysa pergi meninggalkan aula ini dan tak lupa tersenyum kepada kami berlima. "Sudah kujelaskan sebelumnya, ketika kelima pusaka dan kelima senjata berkumpul kalian pasti bisa pulang, tapi maaf aku tidak bisa memenuhi sisa persyaratan kalian," kata Ratu Tania menjawab syarat yang baru saja diajukan Iceberg.

05 March 2014

Eternal Glove - Part 9: Keputusan




"Orion.... ayo bangun orion....!! " aku terbangun dari tidur siangku. Ternyata Rose yang membangunkanku. Mataku masih berat untuk dibuka. "Ayo bangun dan siap-siap!! satu jam lagi kita harus menemui ratu tania di aula istana..." teriak Rose lagi dari depan pintu kamar. "Iya, iyaaaa...." jawabku sekenanya. "Dimana jack dan iceberg?" tanyaku sambil beranjak dari kasur. "Tuhh si jack lagi mandi sambil nyanyi-nyanyi gak jelas.... kalo iceberg, dia masih berlatih di lapangan bersama pasukan kerajaan." Sayup-sayup terdengar Jack sedang menyanyikan lagunya Charly Rae Jepsen yang berjudul Call Me Maybe. "Jaaaaack!! cepetan mandinya, gantian orion sama iceberg..." teriak rose lagi. "Iyaaaa...." jawab jack kemudian nyanyi lagi. Rose adalah tipe cewek yang cerewet, galak, dengan tingkat kecerdasan normal. Tapi cerewetnya si Rose ini terkadang suka bikin kangen dan lagi intuisi yang dia miliki sangat kuat. Aku suka tersenyum sendiri kalau melihat kelakuan Rose. "Gimana kalau aku mandi di kamar mandi cewek aja? kalian berdua udah mandi kan?" tanyaku mencoba mencari jalan pintas. "Eits... tidak boleh.... terlalu banyak rahasia di kamar mandi cewek yang tidak semua cowok boleh tahu," Rose pun pergi ke dalam kamar cewek.