Entah kapan terakhir kali aku merasakan rasa yang sesakit ini.
19 May 2014
18 May 2014
Eternal Glove - Part 14: Kenyataan
Iceberg berlari ke arah Golem. Dia mengayunkan pedangnya ke kaki kiri Golem. "ICE SLASH!!" kaki kiri Golem membeku karena tebasan pedang Iceberg. "Groaaarrrgghhhh," Golem berteriak marah karena kakinya membeku. "Sekarang Orion!!" teriak Iceberg sambil meloncat menghindari ayunan tangan kanan Golem. Aku membidik kaki kiri Golem yang membeku dengan panahku. Golem kesulitan bergerak karena kaki kirinya telah membeku. Ukuran tubuh Golem terlalu besar, sangat mudah membidiknya. Dengan tarikan nafas panjang aku melepaskan anak panahku. Api berkobar di ujungnya, anak panahku melesat dengan cepat ke arah Golem. Crakk. menancap tepat di kaki kiri Golem yang membeku dan dalam sekejap kaki itu meleleh karena api yang dikeluarkan oleh anak panahku. "Aaaaaaarrrggghhhh," teriak Golem kesakitan.
05 May 2014
Eternal Glove - Part 13: Asa di Tengah Kabut
Iceberg memegang erat pedangnya dengan kedua tangannya. Nafasnya tersengal-sengal. Begitu pula nafasku. Keringat dingin menetes bercucuran. "Bersiaplah Orion, setelah ku tebas kaki kirinya dengan pedangku, segera luncurkan anak panahmu kesana," kata Iceberg yang berdiri di seberang kanan ku sambil setengah berteriak. "Baiklah..." aku pun langsung menyiapkan anak panah dan merentangkan busur panahku menuju ke sasaran yang diperintahkan Iceberg. Iceberg menarik nafas dalam-dalam, kedua tangannya yang menggenggam pedang kini berada di sisi kanan kepalanya, "SEKARANG!!" Iceberg berlari ke arah Golem.
Subscribe to:
Comments (Atom)

