05 June 2014

Eternal Glove - Part 15: Tropical Beach




Matahari pagi telah mengintip dari ufuk timur. Kami berhasil menyeberangi Lautan Kabut setelah semalaman berjalan kaki melewati "Ice Path" yang dibuat oleh Iceberg. "Ahhhh akhirnya sampai,"  Jack langsung menjatuhkan tubuhnya  di pasir pantai yang sangat putih. "Gimana kalau kita istirahat disini dulu?" tanyaku sambil duduk bersandar dibawah pohon kelapa sambil meletakkan busur panahku. Pantai ini sangatlah teduh, pohon kelapa berjajar dari ujung hingga ke ujung. Angin pagi berhembus tenang. Udara tropis sangat terasa disini, rasanya sudah berbeda dengan udara pada Pantai Kabut di seberang sana. Sinar matahari sangat hangat disini. Sinarnya menembus dedaunan pohon kelapa, menyeruak menghangatkan pasir pantai yang kami injak. "Ya, lebih baik kita istirahat dulu disini. Satu jam lagi baru kita berangkat..." ucap Iceberg menyetujui usulku.