"Naiklah kemari Ksatria Rivierre..." kata salah satu dari sosok asing tersebut. Suaranya tenang dan tegas, seperti tidak ada keraguan darinya. "Siapa kalian?!!" Iceberg berteriak sambil mencabut pedang dari sarungnya. "Naiklah kemari terlebih dahulu, tidak baik jika kita berbicara sambil berteriak." Iceberg menengok ka arahku. "Bagaimana Orion?" Sinar matahari pagi berada di belakang mereka, membuatku memicingkan mata ke arah beberapa sosok misterius itu, "Kita ikuti kemauan mereka, Iceberg... sepertinya mereka baik." Iceberg melihat kembali ke arah mereka, "Baiklah, kami akan kesana... jika kalian berencana untuk membahayakan teman-temanku, aku tidak akan segan mengayunkan pedangku ke leher kalian." Iceberg mencoba untuk tetap tenang. Belum ada yang bisa kami percayai di dunia ini, tapi apa salahnya jika kami mencoba untuk mencari teman.
19 July 2014
07 July 2014
Makhluk Mistik Favorit - Part 1: Centaur
Kita hidup di dunia ini berdampingan dengan makhluk lainnya. Makhluk yang udah jelas nyata ya manusia, hewan, tumbuhan. Dari ketiga makhluk tersebut ternyata masih ada beberapa makhluk lain ciptaan Tuhan, contohnya malaikat dan iblis. Atau biasa disebut dalam kategori makhluk gaib. Lantas, apa itu makhluk mistik. Kalo menurut saya, makhluk mistik adalah makhluk yang tidak nyata dan hanya ada di khayalan orang atau menjadi cerita turun temurun dan belum pernah terbukti keberadaan mereka di dunia ini. Ada beberapa makhluk mistik yang populer hingga beberapa dari mereka masuk ke dunia dongeng, novel, bahkan film di masyarakat modern.
06 July 2014
Eternal Glove - Part 17: Sergap
Kami telah selesai berolah raga untuk meregangkan otot sejenak. Aku berdiri menatap lautan lepas. Tidak lama lagi kami akan meninggalkan pantai ini. Mimpi yang barusan aku simpan rapat-rapat dalam ingatan. Semoga itu hanya mimpi. "Kamu dari tadi diam aja Orion... ada yang salah?" Aurora membuyarkan lamunanku. "Ahh gakpapa kok, cuma mikirin abis ini kita harus kemana... abis ini kita kemana Iceberg?" Ku coba untuk mengalihkan pembicaraanku dengan Aurora.
05 July 2014
Eternal Glove - Part 16: Vision
Sarapan telah selesai. Aku duduk kembali di bawah pohon kelapa yang tadi sebelum Jack menggangguku. Pohon kelapa yang menjadi sandaranku memiliki batang yang sangat besar. Rasanya seperti bersandar di kursi kayu dengan beralaskan pasir yang lembut seperti bantal bulu angsa. Aku mengerjapkan mataku, angin berhembus pelan. Udara pagi sangat segar disini. Jika dilihat dari letak matahari yang mengintip dari dahan, sekarang ini masih pukul enam pagi. Aku memang tidak suka mengenakan jam tangan. Masih terlalu pagi untukku. Kalau di rumah, biasanya jam segini aku masih tertidur malas di atas kasur yang empuk. Sayup-sayup terdengar suara Iceberg, "Kita tambah lagi waktu istirahat kita, satu jam lagi kita berangkat ke Savana Village... desa terdekat dari sini."
Subscribe to:
Comments (Atom)


