29 December 2012

Pelangi



Tadi sore Aku duduk di teras rumah. Seperti biasanya, kupandang langit sore yang cerah dengan matahari yang berbinar mesra dibalik timbunan awan putih. Awan - awan putih bergerak perlahan.

syahdu~


Akan tetapi, dari kejauhan awan mendung bersorak sorai. Kilat bersautan. Akhirnya kedua awan yang berbeda keyakinan itu pun bertemu. Saling mengisi, saling menerima, dan atas pertemuan itu lahirlah hujan. Ya, hujan yang sangat deras membasahi tanah ini tadi sore.

Aku pun bergegas berlari, mengangkat jemuran yang belum kering.

Hujan. Banyak yang suka ataupun tidak suka. Banyak yang menghujat, tapi banyak juga yang bersyukur atas datangnya hujan.

Aku sangat suka dengan hujan, tapi juga benci. Tapi hujan harus dihadapi, bukan dibiarkan begitu saja. Aku percaya, semua masalah yang ada di bumi ini pasti ada jalan keluarnya. Dan semoga semuanya berakhir bahagia. Seperti hujan. Hujan terlahir dari awan mendung yang sangat pekat. Awan mendung adalah "masalah". Hujan adalah "proses"nya. Dan ada atau tidaknya pelangi setelah hujan adalah hasilnya.

Aku yakin, pelangi pasti datang disaat yang tepat.





-Anom Tanjung

Catatan :
Backsong untuk tulisan ini : Efek Rumah Kaca - Desember

No comments:

Post a Comment