Sore itu aku lelah dengan segala omong kosong yang bernama skripsi. Laptop yang menemaniku sedari pagi aku tutup. Sinar mentari senja menelisik dari balik tirai. Mataku mengerjap melihat sinar yang hangat itu. Bantal yang empuk memanggilku untuk ditiduri sebentar. Mataku mengerjap lagi melihat jendela. Sayup-sayup masih terdengar lagu dari She & Him yang berjudul Sentimental Heart. Seperti mewakili perasaan ini, lagu itu tiba-tiba berkumandang begitu saja dari hand phone Sony Erickson jadul yang sengaja kupakai hanya untuk memutar mp3. Aku terbangun. Lelah rasanya berada di kamar ini terus menghadapi skripsi yang tak kunjung usai. Tubuh ini menginginkan sebuah hembusan angin yang sejuk. Mata ini pun menginginkan sebuah pemandangan yang lembut. Aku pun keluar rumah. Mengambil helm, jaket jeans yang sobek di lengan, dan kunci motor. Menuju danau kecil yang ada di sekitar UNNES.
Oiya, perkenalkan. Namaku Tanjung, mahasiswa jurusan Ekonomi dengan program pendidikan Manajemen Pemasaran di Universitas Negeri Semarang (UNNES). Semester berapa?? ah sudahlah lupakan. Sesampainya di embung (sebutan untuk danau buatan yang ada di UNNES) aku duduk di kursi taman yang memang disediakan disekitar situ. Angin berhembus dari barat. Udara sore itu terasa hangat. Mataku menyapu sekeliling tempat itu. Terlihat dipinggir embung ada bapak-bapak dengan mukanya yang kusut sedang menunggu kail pancingnya dicaplok ikan. Aku tersenyum, betapa sabarnya bapak itu menunggu ikan. Walaupun terlihat mukanya sudah kusut, tapi di dalam hatinya pasti tersimpan begitu banyak kesabaran. Aku menoleh ke kanan, terlihat sepasang muda mudi yang sedang duduk bermesraan di kursi taman sebelah. Mereka bercanda sambil memakan siomay yang dibelinya dari abang tukang siomay. Di belakangnya terlihat abang tukang siomay sedang menunggui gerobaknya sambil menunggu piringnya yang dipakai oleh sepasang muda mudi tadi.
Aku memandang langit. Begitu indahnya kehidupan ini. Semua yang ada di dunia ini diciptakan pasti ada manfaatnya. Kail pancing diciptakan untuk digunakan memancing oleh bapak-bapak tadi. Gerobak siomay diciptakan untuk digunakan berjualan oleh abang tukang siomay. Sepasang muda mudi diciptakan untuk membeli siomay dari abang tukang siomay. Aku? aku diciptakan untuk duduk di kursi ini dan memandangi tingkah laku mereka. Ironis memang. Sendirian disini melihat sepasang muda mudi bercanda, melihat tukang siomay berjualan siomay, dan melihat bapak - bapak dengan muka kusutnya sedang memancing. Ketika aku akan beranjak dari kursi ini tiba-tiba dari belakang ada yang memanggil namaku.
"TANJUUUUUNGG !!" aku menoleh. Memori otak ini agak lama memroses wajah cantik yang kulihat itu. Ah wajah cantik itu. Kacamata itu. Rambut sebahu yang mirip dengan Dhike salah satu member JKT48. Aku tersenyum, kemudian teriak,"YULIAA?!!"
Rasanya seperti mimpi bisa bertemu dengannya disini. Dia adalah cinta pertamaku. Cinta pertama yang tidak pernah kumiliki. Bodoh memang. Dia adalah temanku semasa SMP. Cintaku ke dia cuma bisa kupendam dan tak pernah terungkap. Dulu aku hanyalah bocah yang gak tau gimana caranya ngungkapin rasa sayang ke lawan jenis. Yang ku tau waktu itu cuma gimana caranya ngalahin M. Bison di game Street Fighter II.
Dia menghampiriku. Senyumku terasa kaku. Ingatan masa lalu menyeruak. Masih inget gimana senengnya waktu itu bisa naik angkot bareng. Bisa naik angkot bareng aja senengnya minta ampun, apalagi kalo bisa . . . . . . ah sudahlah.
Aku berdiri menyambut kedatangannya. Dia semakin dekat, dekat, dan dekat. Sekarang dia berdiri tepat dihadapanku. Wajah cantik yang sudah tujuh tahun tidak kulihat itu masih tetap sama seperti dulu. Hanya bedanya dia terlihat semakin dewasa.
Rasanya seperti mimpi bisa bertemu dengannya disini. Dia adalah cinta pertamaku. Cinta pertama yang tidak pernah kumiliki. Bodoh memang. Dia adalah temanku semasa SMP. Cintaku ke dia cuma bisa kupendam dan tak pernah terungkap. Dulu aku hanyalah bocah yang gak tau gimana caranya ngungkapin rasa sayang ke lawan jenis. Yang ku tau waktu itu cuma gimana caranya ngalahin M. Bison di game Street Fighter II.
Dia menghampiriku. Senyumku terasa kaku. Ingatan masa lalu menyeruak. Masih inget gimana senengnya waktu itu bisa naik angkot bareng. Bisa naik angkot bareng aja senengnya minta ampun, apalagi kalo bisa . . . . . . ah sudahlah.
Aku berdiri menyambut kedatangannya. Dia semakin dekat, dekat, dan dekat. Sekarang dia berdiri tepat dihadapanku. Wajah cantik yang sudah tujuh tahun tidak kulihat itu masih tetap sama seperti dulu. Hanya bedanya dia terlihat semakin dewasa.
Kami berdiri berhadapan. Sangat dekat. Hembusan nafasnya terasa di leherku. Tiba-tiba dia memelukku. Pelukan seorang sahabat yang tujuh tahun tidak bertemu. Ya, cuma sahabat. Pelukannya semakin erat. Hembusan nafasnya sekarang terasa di bahuku. Aku pun membalas pelukannya, semakin erat. Sangat menyenangkan sore itu.
Aku hirup aroma tubuhnya.
Parfum dengan aroma buah anggur menyeruak ke hidungku.
Semakin erat pelukanku.
Pelukannya.
Empuk.
HAH ???
Aku mengerjapkan mataku.
Embung UNNES lenyap. Begitu pula bapak-bapak yang sedang memancing. Begitu pula sepasang muda mudi yang tadi sedang bercanda sambil makan siomay. Begitu pula abang tukang siomay beserta gerobaknya.
Begitu pula hembusan angin sore yang hangat.
Begitu pula Yulia.
TIDAAAAAKKK.
Aku terbangun dari tidur sore ku. Terbaring tak berdaya. Ternyata semua itu hanya mimpi. Ternyata yang kupeluk hanyalah guling yang udah bau. Sinar mentari senja yang menembus jendela terasa silau dimataku. Semua yang di mimpi terasa begitu nyata. Hembusan angin, hangatnya mentari senja, dan senyuman cantik Yulia. Selalu saja begini. Aku selalu bertanya, apakah mungkin yang di mimpi itu ternyata nyata, dan dunia nyata ini hanyalah sekedar mimpi? Apakah mungkin aku yang sedang mengerjakan skripsi ternyata hanyalah mimpi, dan aku yang sedang dipeluk Yulia adalah nyata?
Tidak ada yang tau... yang pasti itu semua hanya menyisakan kekecewaan dalam diri ini.
- Anom Tanjung
Catatan :
- Yulia hanyalah nama samaran, jika ada kesamaan nama mohon maaf. hehee
- Cerita ini terinspirasi dari bukunya Mahir Pradana yang berjudul Here, after.
- Backsong buat tulisan ini :
My Chemical Romance - Disenchanted, She & Him - Sentimental Heart, JKT48 - Yuuhi Wo Miteiru Ka
Yulia kie sopo ne siti? #halagh ( ~≧▽≦)~
ReplyDeletealter ego (-____-)
Delete