Entah apa yang terjadi pada kami. Saat ini kami bertiga sedang berlari kencang menghindari terkaman empat ekor serigala liar di sebuah padang rumput yang sangat luas. Padahal beberapa jam yang lalu kami sedang menjalani hidup kami masing-masing. Ya, seperti orang kebanyakan. Sebelumnya kami bertiga hanyalah mahasiswa biasa saja, yang kuliah di kampus yang biasa saja, dan tinggal di kota yang biasa saja. Tapi entah kenapa tiba-tiba kami berada di padang rumput yang luas ini dan sedang dikejar-kejar oleh hewan liar ini. "Awas Njung!!" teriak Andika kepadaku. Aku langsung tiarap, mengikuti Andika dan Richad yang barusan juga tiarap. Empat ekor serigala tadi menyemburkan bola api. Untungnya kami berhasil menghindarinya. Dunia macam apa ini, ada serigala yang dapat menyemburkan api...... dan mereka ada empat!!!
Kami bertiga berdiri. Mau tidak mau kami harus menghadapi hewan bertaring ini. Richad menghunus pedangnya yang berkilau dengan kilatan cahaya biru di mata pedangnya. Andika telah menggenggam dua bilah pisau perak, dan Aku telah siap dengan busur dan anak panahku yang entah kenapa bisa mengeluarkan kobaran api di ujungnya. Kalian bingung?? Kami juga bingung. Entah kenapa saat terbangun di tengah padang rumput ini kami telah memiliki senjata ini. Ke empat serigala itu maju bersamaan, Richad mengayunkan pedangnya ke arah serigala yang terdekat. Kemudian terdengar suara sebuah benda membeku. "Krataaaakkk!!" Serigala yang terkena tebasan pedangnya Richad itu ternyata membeku menjadi es. Andika langsung melemparkan kedua pisau peraknya dan tepat mengenai dua serigala yang seketika berubah menjadi batu. Aku melepaskan anak panahku dan mengenai serigala terakhir dan kemudian dia terbakar hingga habis menjadi abu.
Richad menendang patung es serigala itu dan seketika runtuh menjadi serpihan es kecil. "Ini kita sebenarnya dimana Njung?? Dikk???" tanya Richad. Andika mencabut pisau peraknya yang tertancap di dua serigala yang membatu tadi dan kemudian patung batu itu luruh menjadi serpihan batu yang sangat halus. Andika terkesima. Aku diam saja melihat segala keanehan ini. Tiba-tiba saja Richad menjadi sangat ahli memainkan pedang, Andika lihai melempar pisau, dan Aku sangat tanggap menembakkan anak panah. Segala keanehan ini berputar di kepalaku. "Njung?? Dikk??" tanya Richad lagi pada kami berdua. "Apa mungkin karena USB Flash Drive yang tadi kita beli Njung ??" tanya Andika kepadaku. "Ah mungkin saja Dik!!" jawabku.
bersambung~
Catatan :
- Penasaran sama lanjutan ceritanya? silahkan dibaca disini
- Maaf tanggal rilisnya jadi molor jauh kayak gini. Harusnya cerbung ini rilis tanggal 5 kemarin, tapi karena satu dan lain hal jadinya baru diposting hari ini. Hehee. Nantikan kelanjutan kisahnya di tanggal 5 bulan berikutnya. Bye !!
-Anom Tanjung
Mantap! Lanjutkan terus mas! :)
ReplyDeletepasti dilanjut kok... bentar lagi part 6 ini :)
Delete