"Naiklah kemari Ksatria Rivierre..." kata salah satu dari sosok asing tersebut. Suaranya tenang dan tegas, seperti tidak ada keraguan darinya. "Siapa kalian?!!" Iceberg berteriak sambil mencabut pedang dari sarungnya. "Naiklah kemari terlebih dahulu, tidak baik jika kita berbicara sambil berteriak." Iceberg menengok ka arahku. "Bagaimana Orion?" Sinar matahari pagi berada di belakang mereka, membuatku memicingkan mata ke arah beberapa sosok misterius itu, "Kita ikuti kemauan mereka, Iceberg... sepertinya mereka baik." Iceberg melihat kembali ke arah mereka, "Baiklah, kami akan kesana... jika kalian berencana untuk membahayakan teman-temanku, aku tidak akan segan mengayunkan pedangku ke leher kalian." Iceberg mencoba untuk tetap tenang. Belum ada yang bisa kami percayai di dunia ini, tapi apa salahnya jika kami mencoba untuk mencari teman.
Kami pun berjalan mendaki tebing batu setinggi dua meter itu. Tidak begitu susah karena bebatuan ini secara natural bertumpuk seperti anak tangga. Semakin dekat dengan puncak, semakin jelas sosok misterius yang menunggu kami disana. Mereka memang bukan manusia. Mereka adalah Centaur.
***
"Orion, ini kita bukan di dunia Narnia kan?" Rose yang berada di belakangku berbisik. Aku tersenyum dan tak menjawabnya. Ada tujuh centaur di hadapan kami. Mereka berdiri gagah, sesekali menghentakkan dua kaki belakangnya. Centaur memiliki tubuh setengah manusia dan setengah kuda. Bagian tubuh kuda berada di bawah, sedangkan bagian tubuh manusia dari pinggang ke atas berada di atas, dibagian leher kuda seharusnya berada. Mereka bukan manusia, bukan juga kuda.
"Siapa kalian?" tanya Iceberg lagi kepada mereka sesampainya kami berada di puncak bebatuan. Di atas sini ternyata terbentang luas padang rumput yang sangat hijau dan hangat. Batu-batu tadi memang berfungsi sebagai anak tangga. "Kami adalah Centaur penjaga wilayah Savana Kingdom ini." Salah satu dari mereka maju ke depan. Rambutnya putih dan panjang hingga sepunggung. Wajahnya seperti seorang pria, badan manusianya kekar, badan kudanya pun begitu. Tidak memakai baju, dan tidak membawa senjata sama sekali. "Bagaimana kami bisa percaya kalau kalian tidak akan berbuat jahat kepada kami?" Rose tiba-tiba bertanya dari belakang. "Karena kalian adalah Ksatria Rivierre, kami memang tidak bisa membuktikannya, tapi kami para centaur tidak pernah berbohong." Jawabnya tersenyum kepada Rose.
Iceberg memperhatikan mereka dengan tatapan tidak percaya. "Aku mengerti, kalian pasti tidak percaya terhadap kami, tapi kami sangat percaya terhadap kalian. Kalianlah pembawa kedamaian di dunia ini. Telah lama kami menunggu kebangkitan kalian. Berapa lama Lennan?" Tanya centaur berambut putih itu kepada centaur berambut merah disampingnya. "Lima belas tahun kakak." Lennan menjawab dengan cepat. Sepertinya ingatannya sangat kuat.
"Ahh iya maafkan kami karena kami belum memperkenalkan diri kepada kalian." Centaur berambut putih itu pun memperkenalkan diri kembali. "Kami adalah Centaur bersaudara penjaga wilayah Savana Kingdom ini selama lima belas tahun terakhir. Aku saudara tertua sekaligus pemimpin kelompok ini, namaku Lennon." Lennon menengok ke belakang, "Ayo perkenalkan diri kalian masing-masing." Centaur berambut merah tadi maju selangkah, "Namaku Lennan, saudara ke dua." Lennan berambut merah, sama panjangnya dengan milik Lennon. Lennan menunduk sedikit seakan memberi penghormatan kepada kami. "Aku Lennin, saudara ke tiga." Lennin juga berambut merah tetapi tidak panjang. "Aku Lennun, saudara ke lima." Lennun berambut pendek dan berwarna biru. "Aku Lennen, saudara ke enam." Lennen berambut panjang dan berwarna hitam. "Aku Keenon, saudara ke tujuh." Keenon berambut panjang berwarna hijau gelap. "Dan aku Keenan, saudara ke delapan." Keenan berambut pendek dan berwarna hitam, dan mengakhiri perkenalan mereka dengan menunduk sedikit. Mereka semua pria, dan sepertinya mereka masih memiliki saudara yang lainnya.
"Aku tahu tujuan kalian kemana, kebetulan kami sedang bermukim di dekat 'Sungai Harapan'. Kami akan mengantar kalian sampai ke sungai itu." Lennon memberikan tawaran kepada kami. "Ayo naiklah ke punggung kami, kalian akan lebih cepat sampai. Kami dapat berlari secepat kuda, bahkan dua kali lebih cepat jika dalam keadaan kenyang. Hahahaa." Lennon mencoba memecah kekakuan ini dengan tawanya.
Matahari semakin terik, Iceberg memandang ke arah kami berempat. "Sepertinya mereka adalah teman." Aku mencoba meyakinkan Iceberg. "Ayo Iceberg, kita juga gak bakalan capek kalo naik mereka." Jack mengeluh sambil mengusap dahinya yang berkeringat. "Jaga ucapanmu Jack..." Iceberg memicingkan matanya.
***
Allysa sedang duduk di bawah pohon kelapa ditengah rimbunnya hutan kelapa sambil meminum air dari buahnya. "Sekarang mereka sedang apa Yudans?" Yudans sedang memanjat diatas pohon kelapa dan memantau kelima Ksatria Riverre. "Mereka sudah pergi jauh Allysa, menaiki kuda berkepala manusia."
"Apaaa?!!" Allysa tersedak air kelapa yang tengah diminumnya.
bersambung~
Catatan:
- Kalo pengen tahu lebih jelas tentang Centaur, silahkan dibaca disini
- Buat yang belum baca part cerita sebelumnya bisa dibaca disini
- Jangan lupa komentarnya ya, bisa langsung disini atau mention ke twitter saya @anom_tanjung atau langsung ke akun twitter @EternalGlove
- Terimakasih ya buat yang udah ngedukung sampai sejauh ini :)
- Sampai jumpa di tanggal 5 bulan Agustus!! bye!!
- Anom Tanjung

Halo
ReplyDeleteKapan lanjut part 19 nya kak :(
ReplyDelete